BRMP Pascapanen dorong nilai tambah dengan memetakan produk turunan
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) menggelar kegiatan Finalisasi Pohon Industri di Aula Lantai 2 BRMP Pascapanen pada 17 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pusat dan balai komoditas lingkup Kementerian Pertanian, serta dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Pascapanen, Zainal Abidin.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Pascapanen menyampaikan bahwa konsep pohon industri diharapkan mampu menjadi panduan dalam menambah nilai tambah dan daya saing produk pertanian. “Pohon industri bukan sekadar peta komoditas, tetapi menjadi panduan strategis untuk mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi, memperkuat rantai pasok, dan mendorong kemandirian industri pertanian nasional,” ujar Zainal.
Lebih lanjut, Zainal menekankan bahwa hasil pohon industri ini akan menjadi salah satu output utama BRMP Pascapanen. Ia juga membuka ruang diskusi bagi seluruh peserta agar konsep yang dihasilkan benar-benar komprehensif. “Konsep pohon industri ini didiskusikan bersama, ditelaah secara mendalam, dan semua masukan akan kami akomodir untuk dimasukkan ke dalam dokumen Pohon Industri,” tambahnya.
Kegiatan finalisasi ini membahas berbagai komoditas prioritas dari subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Untuk tanaman pangan, komoditas yang dibahas antara lain padi, sorgum, gandum, kedelai, dan kacang hijau. Komoditas hortikultura mencakup cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, mangga, dan jeruk. Sedangkan dari sektor perkebunan meliputi lada, kopi, kakao, kelapa, pala, tebu, karet, kemiri sunan, dan teh. Pertemuan ini juga menyepakati penambahan tanaman hias seperti mawar, krisan, melati, dan telang, serta komoditas durian sebagai prioritas utama Kementerian Pertanian.
Hasil finalisasi pohon industri ini akan disampaikan kepada Kepala Badan untuk kemudian disebarluaskan kepada seluruh satuan kerja lingkup BRMP sebagai acuan pengembangan nilai tambah komoditas unggulan nasional.